Struktur data dalam pemrograman menjadi salah satu bagian yang penting yang wajib dipahami oleh kita, para programmer. Struktur data ini memudahkan pengguna untuk mengakses data yang dibutuhkan secara tepat dan cepat. Hal ini karena struktur data memiliki format khusus yang berfungsi untuk mengatur, memproses, mengambil dan juga menyimpan data. Nah, lalu apa itu sebenarnya struktur data? Pada video kali ini, kita akan membahas sekilas mengenai apa itu struktur data, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana cara membuatnya. Tonton terus videonya sampai akhir dan jangan di-skip ya.
Apa itu struktur data? Jadi, struktur data adalah cara menyimpan dan mengatur data secara terstruktur pada sistem komputer atau database sehingga lebih mudah untuk diakses secara teknis. Data itu disimpan dalam bentuk angka, huruf, simbol, dan juga lainnya, dan diletakkan dalam kolom-kolom atau susunan tertentu. Dalam menyusun data terdapat beberapa istilah yang perlu kita pahami. Yang pertama ada yang disebut dengan node dan juga index. Node adalah elemen yang terdapat di dalam struktur data, setiap node berisi pointer ke node selanjutnya. Sedangkan index adalah objek dalam sistem struktur data yang bisa mempercepat proses pencarian data. Struktur data juga bisa digunakan untuk mengelola database, melakukan kompres file, hingga mengolah data lainnya. Praktis, struktur data ini menjadi hal yang harus dipelajari karena bisa membantu kita untuk menyatukan beberapa elemen data secara efektif. Apalagi struktur data juga akan mempengaruhi ketepatan algoritma dalam suatu program.
Nah, setelah mengetahui apa itu struktur data, selanjutnya kita juga perlu tahu macam-macam struktur data yang bisa kita gunakan untuk menyimpan data di dalam komputer.
Yang pertama ada struktur data yang namanya array. Tipe array mempunyai kumpulan elemen yang jaraknya saling berdekatan dan dapat membantu seseorang untuk mencari data secara acak hanya dengan menggunakan indeksnya saja. Selain itu, array juga memungkinkan kita untuk menyimpan beberapa data dengan jenis yang sama dalam satu nama. Tipe array biasa digunakan untuk membangun sebuah struktur data seperti vektor ataupun matriks.
Tipe data array ini punya beberapa keunggulan, diantaranya bisa digunakan sebagai implementasi dari tipe struktur data yang lain seperti queue dan juga stack. Dan proses pencarian data pada array ini bisa kita lakukan dengan cenderung lebih cepat. Namun ada juga kekurangannya, contohnya untuk menambah dan menghapus data itu membutuhkan waktu yang lebih lama karena tipe data array itu menampung datanya secara berurutan.
Tipe struktur data berikutnya adalah Linked List, yang merupakan struktur data yang terdiri dari urutan data linear yang dihubungkan satu sama lain. Saat kita menggunakan tipe data Linked List ini, kita harus mengakses datanya secara manual Hal ini disebabkan karena link list tidak bisa mencari data dengan sistem yang acak . Hal ini berbeda dengan Array yang dapat diakses dengan indeks. Namun kelebihan dari Linked List adalah dapat menambah dan menghapus data dengan cepat karena hanya perlu mengubah pointer saja.
Nah untuk tipe linked list ini kita bisa bagi menjadi tiga jenis, Yang pertama ada yang disebut dengan single linked list. Yang kedua ada double linked list, dan yang ketiga ada circular linked list. Nah, ketiganya ini dapat dibedakan dari proses traversal atau penelusurannya ke setiap node dalam satu waktu tertentu.
Kalau tipe linked list ini memiliki keunggulan seperti ukurannya yang lebih dinamis, berikutnya dia alokasi penggunaan memorinya itu bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan. Lalu, untuk penambahan atau pengurangan datanya itu cenderung lebih cepat.
Sedangkan kekurangannya dari link list ini adalah yang pertama dia menguras memori, yang kedua itu tidak bisa kembali ke node sebelumnya kecuali kita bikinnya pakai double linked list. Lalu, berikutnya proses traversalnya itu jadi lebih panjang karena kita tidak langsung mengakses datanya lewat index seperti array.
Struktur data berikutnya itu ada yang dinamakan dengan stack atau istilahnya tumpukan. Dimana ini merupakan tipe struktur data yang linear dan mengikuti urutan tertentu. Adapun urutan yang diinginkan itu disebut dengan LIFO (Last In First Out) atau FILO (First In Last Out). Kedua istilah tersebut artinya sama yaitu data yang terakhir masuk akan menjadi data yang keluar pertama kali. Sebaliknya, data yang pertama masuk akan menjadi data yang keluar terakhir. Stack ini memiliki keunggulan antara lain dapat mengelola data dengan cepat dan efisien.
Lalu dia juga bisa membersihkan objek secara otomatis dan dapat mengontrol memorinya secara mandiri. Stek juga memiliki kekurangan, seperti kapasitas memorinya yang sangat terbatas. Kemungkinan terjadi overflow ketika jumlah objeknya terlalu banyak dan tidak dapat mengakses data secara acak.
Tipe data berikutnya ada yang disebut dengan Q, atau antrian. Ini adalah tipe struktur data yang juga linear yang mengikuti urutan tertentu pada Q. Urutan yang berlaku adalah ‘first in, first out’ (FIFO). Jadi, data yang masuk pertama adalah data yang pertama kali diambil.
Analogi sederhananya untuk menggambarkan Q ini adalah ketika kita sedang mengantri. Siapa yang datang pertama, itulah yang akan dilayani terlebih dahulu. Kelebihan dari tipe Q adalah data yang masuk akan dilayani sesuai urutannya, proses antrian data jadi lebih cepat dan juga optimal. Lalu dapat menangani beberapa tipe data sekaligus.
Sedangkan kekurangannya adalah kalau misalnya waktu servernya habis atau pelayanannya habis, maka data yang terakhir masuk tidak bisa dilayani. Tipe ini juga memiliki proses yang rumit saat harus menambah atau menghapus elemen di tengah.
Berikutnya, ada struktur data yang disebut dengan tri. Bentuknya seperti pohon. Tipe tri ini efisien untuk menyimpan data secara hierarki karena disusun dalam berbagai level. Tipe ini sering dianggap sebagai kumpulan node yang saling dihubungkan.
Istilah-istilah yang harus dipahami pada tipe tree ini adalah Yang pertama ada yang disebut dengan node, yang berada di paling atas. Ada lagi child node, yang merupakan turunan dari setiap node. Ada lagi yang namanya parent, yang merupakan node yang memiliki child atau subnode. Kemudian ada siblings, yang merupakan beberapa node yang berasal dari parent yang sama. Dan terakhir ada leaf node, yang dimana dia merupakan node yang sudah tidak punya turunan lagi. Nah, tipe dari tree ini punya kelebihan contohnya kalau kita melakukan proses pencarian data, itu bisa dilakukan dengan cukup cepat. Sedangkan kekurangannya yaitu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memasukkan data, karena kita harus menyesuaikan urutannya atau urutan nilainya.
Tipe struktur data berikutnya yang keenam itu ada yang disebut dengan graf, yang merupakan sebuah struktur data yang berisi beberapa node yang saling terhubung. Node pada tipe grafik itu kita sebut sebagai simpul. Jadi, setiap garis akan saling menghubungkan dua buah simpul. Biasanya tipe ini kita gunakan untuk menunjukkan jaringan tertentu contohnya kalau misalkan kita mau bikin jaringan telepon. Keunggulan dari tipe data grafis ini adalah dia dapat membantu memeriksa hubungan antar node dengan cepat. Lalu cocok juga digunakan untuk membuat grafik yang tidak mengandung banyak node. Dan kekurangan dari tipe graf ini dia membutuhkan waktu yang lama untuk memodifikasi data.
Dan terakhir kita punya tipe struktur data yang namanya hash table, yang digunakan untuk menyimpan data secara asosiatif. Tipe struktur data ini akan menyimpan data dalam format array. Hal ini memungkinkan kita untuk mengakses data dengan lebih cepat. Kenapa? Karena kita cukup menggunakan indexnya saja.
Keunggulan lain dari tipe struktur data hash table diantaranya yang pertama daripada tipe lainnya, kadang penggunaan hash table itu lebih efektif kalau kita mau mencari data, sehingga ini sering dipakai untuk software yang didalamnya ada pengindeksan basis data. Yang kedua, tipe struktur data ini mudah untuk melakukan sinkronisasi.
Sedangkan kekurangannya hash table ini adalah yang pertama adanya ke mungkinan data yang bentrok, sehingga nantinya menjadi tidak efisien. Kemudian, jika kapasitas tabel tidak sesuai dengan jumlah elemen yang akan di masukkan, akan menyebabkan efisiensi pencarian menurun. Namun, tipe struktur data ini sangat efektif digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan waktu akses data yang cepat.
Itulah penjelasan singkat mengenai beberapa tipe struktur data yang ada dalam pemrograman. Mudah-mudahan pemahaman Anda mengenai struktur data semakin jelas. Ingat untuk terus belajar dan mengejar ilmu untuk meningkatkan kemampuan pemrograman Anda.
